Dekonstruksi Sistem Kekuatan Keuangan Dunia: Analisis dari sudut pandang lain

Dekonstruksi Sistem Kekuatan Keuangan Dunia: Analisis dari sudut pandang lain.

oleh Dr Zeno Dahinden

Sumber: http://www.shaykhabdalqadir.com/content/articles/Conf_002_18102008.html
Terjemahan Bebas oleh : Nuril Huda dan Wakala Sauqi

Disampaikan pada Konferensi Fiqih Internasional ke-11 di Cape Town, Afrika Selatan

Untuk betul-betul memahami apa yang terjadi sekarang yang disebut krisis kredit, pertama-tama kita harus memahami apa yang terjadi dahulu pada tahun 1910 saat Federal Reserve System (Bank Sentral Amerika) didirikan dan apa agenda tersembunyi para ”founding fathers” dari the Fed tersebut. Tanpa memahami latar belakang sejarah ini, tidak mungkin kita memahami konteks yang lebih dalam dari krisis yang tengah berlangsung.

Analisis saya akan fokus pada empat aspek dari Sistem Kekuatan Keuangan Modern:

1. Uang FIAT: bagaimana uang FIAT (atau uang yang dibuat dari kekosongan) diciptakan;

2. Hilangnya daya beli dan dan Inflasi: apa akibat penciptaan uang FIAT tanpa batas dalam ekonomi secara luas dan akhirnya pada anda dan saya;

3. Bank-bank Sentral dan the Fed : agenda dan tujuan tersembunyi kartel perbankan yang dikenal sebagai bank-bank sentral dan Federal Reserve System.

4. Uang Riil and Ekonomi Syari’ah: satu-satunya alternatif yang layak untuk menggantikan ekonomi FIAT.

Izinkan saya untuk memberikan beberapa catatan pengantar:

Meskipun untuk menyederhanakan masalah, saya akan berfokus pada diskusi tentang Federal Reserve System AS, logika yang sama berlaku untuk semua bank sentral.

Walaupun penjelasan saya nampaknya sangat sederhana, saya jamin secara teknis 100% benar (istilah-istilah perbankan saya hilangkan begitu saja). Jangan mencoba membayangkan sesuatu yang masuk akal sebab semua ini (uang FIAT dan sistem keuangan modern – pen) tidak masuk akal. Pikirkan saja dengan naluri dasar anda maka anda akan bisa memahaminya dengan baik, khususnya apa yang ditunjukkan oleh krisis finansial saat ini yang mulai mengambil bagian dalam sejarah.

Semua yang saya bicarakan ini berkaitan dengan diri anda dan saya. Uang dan kesejahteraan kita yang sedang dipertaruhkan, uang dan dana pensiun kita yang digunakan untuk menalangi bank-bank. Jadi simak baik-baik sebab kesejahteraan anda dan keluarga anda dalam pertaruhan.

Banyak aspek dari analisis saya berpedoman pada temuan-temuan mendasar dari orang lain. Dalam sudut pandang ini, merekalah yang berhak mendapatkan penghargaan atas analisis tersebut, bukan saya.

1. Bagaimana uang FIAT diciptakan

Uang FIAT adalah uang yang dibuat dari kekosongan dan hadir dalam kenyataan melalui penciptaan hutang pemerintah, hutang kalangan bisnis dan hutang pribadi. Ini adalah fakta yang sangat penting untuk diingat : uang FIAT dibuat dari hutang. Kita akan melihat nanti mengapa ini sangat penting.

Hal ini dimungkinkan terjadi karena adanya persekongkolan antara pemerintah-pemerintah dengan kartel-kartel perbankan swasta yang dikenal sebagai bank-bank sentral dan Federal Reserve System. Anda pantas heran bagaimana mungkin menciptakan uang dari kekosongan – uang yang sama dengan yang kita peroleh dengan bekerja dan berkorban sepanjang hidup kita.

Mari kita gunakan contoh untuk menggambarkan dengan baik bagaimana uang FIAT diciptakan:

Semuanya dimulai dari sisi pemerintah. Katakanlah, pemerintah kehabisan uang dan membutuhkan 10 miliar dollar untuk membayar biaya operasional selama beberapa minggu mendatang. Kongres lalu pergi ke departemen keuangan dan meminta uang. Petugas departemen keuangan memberitahu Kongres apakah ini guyonan karena semua pendapatan pajak telah dibelanjakan di bulan Januari dan Februari (sebagian besar untuk mengurusi hutang pemerintah). Tetapi jangan kuatir, katanya, kemudian mereka pergi bersama-sama ke the Fed. Saat itu the Fed telah menunggu karena inilah salah satu alasan kenapa the Fed dibuat.

Begitu mereka tiba di Fed, petugas Fed mengambil buku cek besar dan menulis cek sejumlah 10 miliar dollar untuk pemerintah AS. Tentang kejadian ini, kita berhak menanyakan alasan darimana uang ini berasal. Jawabannya mengherankan yakni bahwa sebelumnya uang itu tidak ada, bahkan secara teknis tidak ada rekening giro, yang ada hanyalah buku cek. Uang ini diciptakan tepat pada saat Fed menandatangani cek. Dengan demikian uang ini diciptakan dari kekosongan dan dipinjamkan ke pemerintah dengan memberlakukan bunga.

Jika anda atau saya coba-coba melakukan hal yang sama, kita pasti akan dipenjara. Akan tetapi the Fed boleh melakukannya karena Kongres menghendaki demikian. Mengapa? Nanti kita akan lihat.

Departemen keuangan kemudian menyimpan uang baru ini di rekening giro pemerintah di Bank Federal Reserve System (yang sebenarnya bukan sebuah bank) dan pemerintah mulai menulis cek untuk membiayai proyek-proyeknya. Mari kita telusuri sebagian kecil dari uang ini untuk memahami lebih baik hal-hal yang terjadi pada sisi perbankan komersial.

Begitu uang meninggalkan pemerintah , uang tersebut memasuki sistem perbankan utama. Kita anggap saja, tukang pos di samping rumah anda menerima cek pemerintah senilai 100 dollar dan membawanya ke bank komersial di jalan sana. Petugas bank menabungkan 100 dollar tersebut dan pergi ke bagian peminjaman untuk mengumumkan bahwa 100 dollar baru saja ditabung dan sekarang bank dapat meminjamkan uang. Hal ini membuat orang-orang yang menunggu di luar loket peminjaman gembira karena inilah salah satu alasan orang pergi ke bank: yaitu untuk meminjam uang. Namun sebagian orang kurang tertarik karena hanya 100 dollar yang didepositkan. Jangan khawatir, kata petugas bank, kami dapat meminjami anda hingga 900 dollar. Bagaimana hal ini mungkin?

Biar saya jelaskan: hal di atas menjadi mungkin karena the Fed telah memutuskan bahwa minimal 10% dari semua pinjaman yang beredar harus disimpan sebagai cadangan (ini disebut perbankan fraksional). Karena 100% dari 10% (dalam kasus ini 100 dollar) adalah 1000 dollar, maka bank dapat meminjamkan sampai dengan 900 dollar bermodalkan 100 dollar yang disimpan tadi. Pada titik ini, kita harus menanyakan pertanyaan sah yang sama – darimana uang baru ini datang? Jawaban luar biasanya adalah sama — uang ini telah dibuat dari kekosongan dan menjadi ada tepat pada saat pinjaman ditandatangani oleh anda atau saya.

Kesimpulannya, sebagai akibat kebutuhan pemerintah akan 10 miliar dollar, total 100 miliar dollar telah dibuat dari kekosongan – semua itu dipinjamkan dan menghasilkan bunga untuk pihak perbankan dalam relasi tersebut. Bunga terhadap kekosongan!

Namun ada satu perbedaan penting dalam penggunaan uang yang dipinjamkan kepada pemerintah dan uang yang dipinjamkan bank-bank komersial kepada kita. Bila pemerintah menggunakan uang ini untuk membiayai proyek-proyeknya, bank tidak menggunakannya pada proyek-proyek mereka, tetapi meminjamkannya kepada kita untuk proyek-proyek kita dengan bunga dan dijamin dengan aset kita. Sementara bagian yang besar dari keuntungan kita dari uang kosong ini akan kembali ke bank melalui pembayaran bunga, bank akan mengambil semua aset kita jika kita gagal membayar bunga terhadapnya.

Ketika pihak perbankan mengumpulkan bunga terus-menerus dari kekosongan, hasil pekerjaan dan pengorbanan kita akan kembali ke bank dalam bentuk bunga. Baik di masa pertumbuhan atau penyusutan, tidak menjadi masalah: bank selalu menang – sudah dirancang seperti itu. Kalaupun kita gagal untuk membayar bunga terhadap uang kosong ini, bank mengambil kendaraan kita, rumah kita, bahkan semua aset kita karena kita telah bertandatangan hitam di atas putih.

Anda layak heran bagaimana mungkin bank yang mengumpulkan bunga terus menerus dari kekosongan dan mempunyai hak terhadap aset kita bisa bermasalah seperti yang mereka alami sekarang ini. Jawabannya terletak pada ungkitan mereka yang berlebihan (yang didasarkan pada keserakahan) di mana mereka meminjamkan terlalu banyak dan menyimpan cadangan terlalu sedikit. Jika beberapa persen saja dari pinjaman yang beredar gagal, bank mendapat masalah karena mereka tidak dapat memenuhi persyaratan cadangan mereka – tepatnya inilah yang terjadi saat ini dan apa yang secara keliru dinamakan krisis kredit. Krisis saat ini disebabkan oleh perluasan berlebihan dari ungkitan sedangkan pengetatan kredit hanya efek samping dari kurangnya cadangan modal yang dihasilkankan oleh perluasan berlebihan ini.

Karena alasan di atas, seluruh sistem FIAT bagaikan rumah yang dibangun dengan kertas, dan gangguan besar apapun dapat meruntuhkannya. Semakin besar ungkitan, semakin tinggi risiko kegagalan. Apa yang kita saksi pada hari ini sebagai apa yang disebut krisis perkreditan merupakan hasil dari perluasan berlebih ungkitan. Hal ini adalah fakta penting kedua yang perlu diingat, kita akan lihat nanti mengapa.

2. Hilangnya daya beli dan inflasi dan Inflasi

Mari kita ikuti perembesan uang yang baru saja dibuat ini ke dalam perekonomian. Karena uang FIAT dibuat dari kekosongan, setiap kali uang baru dibuat dan disuntikkan ke dalam ekonomi, uang baru tersebut ‘meminjam’ nilai dari uang yang ada sehingga menurunkan nilai. Hal ini seperti menuangkan air ke dalam semangkuk sup – sup menjadi encer. Kita mengalami ini sebagai hilangnya daya beli yang merupakan fenomena inflasi atau, lebih tepatnya, terlihatnya kenaikan harga.

Saya menyebutnya sebagai terlihatnya kenaikan harga karena bila digunakan uang RIIL(yaitu emas dan perak), harga tidak berubah selama jangka waktu yang panjang. Kenaikan harga (atau inflasi) adalah akibat dari ‘pembuatan uang dari kekosongan’. Di Romawi kuno, satu ons koin emas (yang merupakan uang RIIL) dapat anda belikan sebuah jas bagus, ikat pinggang berukir dan sepasang sandal. Sekarang ini, anda bisa pergi ke toko butik pria manapun, dengan membawa satu ons koin emas, anda dapat membeli sebuah pakaian bagus, ikat pinggang berukir dan sepasang sepatu bagus. Dengan kata lain, harga sesungguhnya dari barang-barang ini belum berubah selama ribuan tahun. Dengan demikian uang riil adalah perlindungan terbaik terhadap daya beli, karena tidak tunduk pada manipulasi (dengan kata lain inflasi) sehingga menjamin stabilitas harga jangka panjang – sesuatu yang diklaim bank sentral sebagai tujuan utama dan tidak satupun dari mereka mencapainya sedikitpun. Justru sebaliknya, bank-bank sentral kita, dengan menciptakan sejumlah uang tak terbatas dari kekosongan, menjadi perusak utama daya beli dan memungkinkan konsentrasi kekayaan ke tangan beberapa individu dan lembaga yang terlalu kuat (melalui bunga terhadap kekosongan) sementara mengakibatkan orang lain semakin miskin dan miskin.

Pada tahap ini, kita harus mengajukan pertanyaan sah lain: apakah ada orang yang mendapatkan daya beli kita yang hilang karena inflasi atau daya beli itu menguap ke udara begitu saja? Jawabannya adalah: bila ada yang kalah, pasti ada yang menang. Siapa yang mendapatkan daya beli kita yang hilang? Mereka adalah orang-orang yang mendapatkan uang pertama kali sebelum disuntikkan ke ekonomi yang lebih luas. Siapa orang-orang ini? Tentu saja pemerintah yang mendapat cek pertama senilai 10 miliar dollar, bank komersial yang menciptakan uang berdasarkan uang baru dari pemerintah dan orang-orang yang antri di loket peminjaman ketika uang baru tersebut meninggalkan pihak perbankan. Orang-orang inilah yang mendapatkan daya beli kita. Umumnya pada saat kita menerima uang baru ini, uang tersebut telah kehilangan sebagian nilai dan nilai tersebut terus berkurang dan berkurang. Kita lah yang selalu kalah; pemenangnya adalah pemerintah dan perbankan.

Melalui fenomena inflasi atau, lebih tepatnya, hilangnya daya beli, semua uang FIAT pada akhirnya ditakdirkan sebagai ‘makam dari mata uang FIAT’ (seperti yang digagas oleh James Turk, CEO GoldMoney). Di sisi lain, uang RIIL (dengan kata lain Emas dan Perak) akan selalu menjaga nilainya sendiri dan bertahan pada masa krisis terlepas dari pemerintah, ideologi atau masa dalam sejarah. Mengapa bisa demikian? Karena uang FIAT tunduk pada manipulasi pemerintah dan bank sentral sementara uang RIIL tidak bisa dipengaruhi oleh kelompok-kelompok kecil kepentingan dan hanya tunduk pada pasokan dan permintaan yang dihasilkan oleh jutaan orang yang bebas berinteraksi satu sama lain. Inilah mengapa tidak ada kelompok kepentingan yang mampu memanipulasi nilai uang RIIL dan mengapa pemerintah dan bank sentral berpikir adalah perlu mengganti uang RIIL dengan uang FIAT untuk memanipulasi pasokan uang. Mengapa? Karena mereka membutuhkan lebih banyak uang daripada yang dapat mereka akses. Sehingga mereka menurunkan daya beli uang melalui inflasi dan memungkinkan konsentrasi eksponensial kekayaan dan kekuatan yang sangat besar ke dalam genggaman segelintir individu dan institusi.

Apapun yang orang katakan, inflasi adalah pajak terselubung. Alih-alih meningkatkan pajak secara langsung (yang tidak populer dilakukan dan tidak disukai oleh politisi sebagaimana yang diperlihatkan administrasi AS sekarang ini dengan jelas), pemerintah lebih suka mengambil uang kita secara tidak langsung melalui inflasi. Inilah mengapa politisi menyukai penciptaan uang dari kekosongan dan mengapa mereka bermitra dengan kartel perbankan.

Bagaimana kita sebagai masyarakat kebanyakan mengukur inflasi? Tentu saja bukan melalui pernyataan resmi pemerintah dan bank yang selalu menyajikan angka inflasi terlalu rendah. Sementara pemerintah AS dan the Fed mamatok inflasi hanya beberapa persen per tahun selama enam tahun terakhir, harga perumahan di AS dari tahun 2001 sampai 2005 pada prakteknya telah menjadi dua kali lipat. Seperti yang telah kita bahas sebelumnya, kenaikan harga adalah refleksi langsung dari inflasi atau berkurangnya daya beli. Sehingga kenyataanya, inflasi di AS telah berjalan lancar di atas 10% per tahun, tidak sesuai dengan angka resmi yang kita dibuat percaya yaitu hanya beberapa persen per tahun.

Tolok ukur lain inflasi adalah pertumbuhan uang gabungan (yang disebut M1 s.d M3). Sementara Bank Sentral Eropa masih mengumumkan angka pertumbuhan uang gabungan yang cukup akurat dan masuk akal (di atas 10% per tahun), the Fed telah menghentikan pengumuman angka seperti itu beberapa tahun yang lalu. Untuk suatu alasan – yaitu akan membuat orang awam curiga apakah benar pada angka tersebut administrasi AS telah meminjam dan menciptakan uang dari kekosongan.

3. Agenda tersembunyi sistem Federal Reserve

Jika kita percaya penjelasan resmi, tujuan dari bank-bank sentral dan the Fed adalah menstabilkan sistem perbankan dan perekonomian kita. Jika memang benar ini tujuan mereka, mereka melakukan pekerjaan yang sangat buruk dan terus-menerus gagal memenuhi tujuan yang mereka dinyatakan.

Namun hal di atas bukanlah tujuan mereka sesungguhnya. Tujuan the Fed sesungguhnya ada empat hal (dengan yang keempat adalah dilandasi tiga yang pertama) dan sama sekali tidak berhubungan dengan tujuan yang mereka nyatakan kepada masyarakat. Yaitu:

I. Untuk mengkonsolidasi dan meningkatkan kekuatan bank-bank besar di Wall Street (tepat sebaliknya dari apa yang seharusnya dicapai oleh the Fed pada tahun 1913)

II. Untuk membalik kecenderungan ke arah pembentukan modal swasta sehingga melawan kecenderungan di awal 1900 di mana perusahaan dan individu menyimpan sebagian dari pendapatan mereka untuk berinvestasi pada proyek-proyek masa depan.

III. Untuk mengatur bail-out (penalangan) pemerintah dengan dana dari pembayar pajak bagi anggota kartel yang mendapatkan masalah – sebuah proses yang telah lepas kontrol pada krisis kredit sekarang ini.

IV. Untuk meningkatkan kekuasaan mereka dengan membeli pengaruh dengan menggunakan aliran dana cuma-cuma yang dihasilkan oleh tiga tujuan pertama.

Sekarang marilah kita menelaah setiap tujuan tersembunyi ini secara lebih rinci.

A. Serikat uang (money trust)

Pada awal tahun 1900, masyarakat Amerika dan Kongres sangat prihatin dengan konsentrasi kekuatan keuangan di New York yang biasa disebut sebagai ‘serikat uang’. Kongres membentuk panitia khusus yang diketuai oleh Senator Nelson Aldrich untuk merancang peraturan baru perbankan untuk meniadakan ‘serikat uang’ dan mencairkan kekuatan keuangan dari New York.

Pada tahun 1910, Senator Aldrich bersama enam bangkir sangat berpengaruh lain yang mewakili kerajaan keuangan keluarga Rockefeller, Morgan, Warburg dan Rothschild melakukan perjalanan rahasia ke pulau Jekyll dan dalam sembilan hari menempa prinsip-prinsip dasar yang nantinya akan menjadi Federal Reserve System. Pada masa tersebut, tujuh individu ini secara langsung dan tidak langsung mewakili 25% seluruh kekayaan planet. Pada tahun 1913, RUU Federal Reserve yang disponsori Senator Aldrich (yang kemudian menjadi kakek dari Nelson Rockefeller) ditolak Kongres, karena Senator Aldrich yang merupakan tokoh Republik di Senat diketahui mewakili kepentingan bisnis besar.

Namun ini hanya kemunduran kecil. Mereka mengubah sedikit isi RUU tersebut dan atas desakan Paul Warburg, ditambahkan beberapa ketentuan yang sangat baik terhadap revisi RUU itu yang benar-benar akan membatasi kekuatan the Fed. Ketika rekannya bertanya: Paul, apa yang anda lakukan? Kami tidak menginginkan ketentuan-ketentuan tersebut dalam RUU, jawabannya klasik: kawan, katanya, tujuan kita adalah meloloskan RUU ini, kita dapat memperbaikinya kemudian. Mereka kemudian mendapatkan dua jutawan demokrat untuk mendukung RUU tersebut, berbicara terbuka tentang RUU yang telah mereka tulis dan meloloskannya dua tahun kemudian dengan mayoritas kongres setuju kecuali beberapa suara pribadi.

Hal ini menjadi mungkin terutama karena ketentuan-ketentuan sangat baik yang ditambahkan atas desakan Paul Warburg yang akhirnya menghasilkan dukungan dari Brian Jennings (ketua gerakan populis) yang sebelumnya menentang semua upaya untuk membentuk sebuah mekanisme perbankan sentral.

Dan memang mereka memperbaikinya kemudian. Sejak diperkenalkan, undang-undang Federal Reserve telah diamandemen lebih dari 100 kali dan semua ketentuan-ketentuan sangat baik ini telah dibuang sejak dahulu dan banyak lagi yang telah ditambahkan yang memperlebar kewenangan Federal Reserve. Sebagaimana kita saksikan saat ini, peningkatan kekuasaan terbesar the Fed terjadi sekarang dalam konteks yang disebut krisis kredit.

Apakah mereka mencapai tujuan ke-1? Ya, mereka benar-benar mencapainya. Meskipun ada bank-bank besar di Selatan dan Barat, bank-bank ini tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan bank-bank raksasa di New York. Jadi mereka mendapat nilai A di rapor mereka.

Saya telah menyebutkan sebelumnya bahwa pertemuan ini terjadi sepenuhnya secara rahasia. Saat tujuh pria bertemu di stasiun kereta api Hudson (di mana senator Aldrich telah mengirim gerbong pribadi untuk perjalanan ini) sebelum perjalanan dari Manhattan ke Pulau Jekyll, mereka diminta untuk datang sendirian, tidak makan dengan yang lain pada malam keberangkatan mereka, tidak boleh saling menyapa bila bertemu secara kebetulan, begitu di kereta api, hanya menggunakan nama pertama (dua dari mereka malah menggunakan nama sandi untuk meningkatkan efek kamuflase). Selama bertahun-tahun setelah pertemuan ini, orang-orang ini membantah pertemuan tersebut pernah terjadi. Hanya setelah 20 tahun kemudian, beberapa dari mereka menulis buku dan artikel tentang apa yang terjadi di Pulau Jekyll. Mengapa kerahasiaan sangat penting dan apa yang salah bila beberapa bankir melakukan perjalanan dan membahas peraturan perbankan? Hadirin, mereka adalah perwakilan dari Serikat Uang dan merancang undang-undang Federal Reserve yang bertujuan untuk membubarkan Serikat Uang! Hal ini seperti mengundang rubah untuk membangun kandang ayam dan memasang sistem keamanan!

Sebagaimana yang beberapa tahun kemudian diakui salah satu dari mereka, bila khalayak mengetahui tujuh orang ini bertemu untuk membahas aturan-aturan perbankan, hal tersebut akan menyebabkan kehebohan di Washington, Wall Street dan bahkan di London. Maka kerahasian sangat penting; kalau tidak, undang-undang yang mereka rancang tidak akan memiliki kesempatan sedikitpun untuk lolos dalam kongres.

Sebelum kita lanjutkan membahas tujuan ke-2, marilah sekarang kita periksa lebih rinci komposisi sekelompok orang yang membuat undang-undang Federal Reserve. Di sekeliling meja di pulau Jekyll, ada wakil-wakil keluarga Rockefeller, Morgan, Warburg dan Rothschild. Apakah ada sesuatu yang aneh pada komposisi grup ini? Hadirin, mereka ini saling bersaing. Beberapa tahun yang lalu saja, mereka saling memukul kepala mereka, darah dimana-mana, untuk mengusahakan dominasi di pasar keuangan dunia. Sekarang orang-orang yang sama duduk damai satu meja dan menghasilkan suatu kesepakatan. Apakah ini membuat anda bertanya-tanya? Apa yang terjadi?

Untuk memahami ini lebih baik, kita perlu melihat sejarah di Amerika pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20 yang sering disebut sebagai era kebangkitan kartel-kartel. Korporasi-korporasi AS yang menjadi besar dan kuat sebagai akibat dari persaingan yang intens dan karenanya mengungguli saingan mereka di Eropa, mulai membentuk kartel-kartel untuk melindungi mereka dari kompetisi dan hilangnya pangsa pasar. Adalah William Rockefeller I yang berkata: Persaingan adalah Dosa!

Ini membawa kita pada kenyataan yang mengejutkan bahwa the Fed sesungguhnya adalah suatu kartel perbankan. Anda tidak akan menemukan tafsiran ini dalam buku teks manapun. Bertentangan dengan tujuan kongres yang ingin membubarkan dan mencairkan kekuatan finansial dari New York, the Fed dalam kenyataannya telah meningkatkan kekuatan bank-bank anggotanya di New York. Dan untuk mengamankan peningkatan kekuasaan ini, the Fed adalah juga suatu kemitraan dengan pemerintah – sesuatu yang sering dilakukan kartel untuk melindungi kepentingan mereka dan mengamankan pangsa pasar mereka.

Untuk menyamarkan tujuan sebenarnya di balik Federal Reserve System, maka mereka harus mamakai nama yang sesuai agar diterima masyarakat. Pertama, mereka menggunakan sebutan Federal untuk membuat kesan seolah-olah ini adalah proyek pemerintah (yang sebenarnya bukan). Kedua, mereka menambahkan kata Reserve (cadangan) untuk mengesankan ada cadangan di suatu tempat (sementara tidak ada cadangan di manapun) dan akhirnya mereka menambahkan kata System untuk menciptakan kesan bahwa ini merupakan sistem dari 12 daerah dan bank-bank yang sama penting sedang pada kenyataannya sedari awal perancangan sistem ini didominasi oleh kartel New York.

Dari awal, Federal Reserve System diliputi kerahasiaan, tipuan dan penyesatan penampilan. Sistem tersebut merupakan penampilan dari : hal-hal yang belum menampakkan diri.

B. Pembentukan Modal Swasta

Pada akhir abad ke-19, perusahaan dan individu mulai menyisihkan sebagian keuntungan mereka untuk investasi riset masa depan dan pengembangan proyek. Hal ini disebut pembentukan modal swasta. Pada saat itu, bank-bank sangat khawatir terhadap kecenderungan ini dan mencari cara untuk memikat kembali bisnis dan individu ke bank untuk meminjami mereka uang.

Mereka menyadari bahwa satu-satunya cara untuk melakukannya adalah dengan menurunkan suku bunga. Anda mungkin bertanya mengapa mereka tidak menurunkan suku bunga begitu saja? Dari cara pandang saat ini, pertanyaan ini sangat wajar sebab di masa sekarang the Fed mempunyai kewenangan untuk menaikkan dan menurunkan suku bunga, sepenuhnya atas kebijaksanaan mereka. Namun pada masa itu, uang masih didasarkan emas dan perak dan tidak ada instrumen untuk mempengaruhi suku bunga. Seperti yang telah kita lihat sebelumnya, suku bunga uang riil (yakni emas dan perak) ditentukan oleh permintaan dan penawaran dalam interaksi antara jutaan orang. Oleh karenanya mustahil bagi kelompok kepentingan manapun untuk menaikkan atau menurunkan suku bunga.

Jadi, mereka bilang diperlukan suatu mata uang fleksibel untuk melayani kepentingan bisnis dan individu dengan lebih baik. Apa itu mata uang yang fleksibel? Hadirin, mata uang yang fleksibel adalah uang yang dibuat dari kekosongan. Dengan jenis uang ini, adalah sepenuhnya wewenang bank-bank sentral untuk menggerakkan suku bunga naik atau turun.

Inilah awal dari perbankan fraksional. Pada awalnya, mereka menurunkan persyaratan cadangan emas dan perak sebesar 30%, kemudian 60% dan, pada pemerintahan Presiden Nixon di awal tahun 1970, mereka hapus semua sehingga pada akhirnya mereka menciptakan mata uang FIAT murni.

Dengan menurunkan suku bunga, mereka mampu memikat kalangan bisnis dan individu kembali ke bank karena semua orang berpikir adalah bodoh untuk tidak meminjam uang dengan bunga yang rendah ini. Akan tetapi yang orang cenderung lupa adalah bahwa tingkat suku bunga juga akan naik dan perekonomian tidak hanya bisa berkembang tetapi juga menyusut. Dan ketika ekonomi menyusut, suku bunga cenderung naik dan orang-orang ditekan lebih keras dan lebih keras lagi untuk melunasi hutang mereka.

Apakah mereka mencapai tujuan nomor 2? Ya, mereka memang capai. Saat ini, sebagian besar bisnis dan individu berhutang sangat besar sampai di luar batas kemampuan mereka. Kebangkrutan-kebangkrutan sangat banyak setiap saat, lebih banyak uang dikeluarkan untuk membayar hutang perusahaan alih-alih diberikan kepada pemegang saham sebagai dividen dan seluruh dunia dalam keadaan resesi global.

Pasar saham beruntuhan di seluruh dunia, individu dan lembaga publik seperti dana pensiun menyaksikan kekayaan mereka menghilang lebih cepat dibanding kapanpun dan pemerintah-pemerintah terbelit hutang di tingkat yang memprihatinkan.

Mereka jelas mendapatkan A di rapor mereka dalam hal menghilangkan kecenderungan ke arah pembentukan modal swasta. Nyatanya, kita dapat saksikan pada apa yang disebut krisis kredit, dunia modern kita dibangun di atas hutang dan seretnya pinjaman membuatnya runtuh. Sementara pemerintah di sekujur planet sibuk menalangi bank-bank, bencana selanjutnya sudah menanti di ufuk. Sebagai akibat sekunder terhadap krisis kredit, perusahaan-perusahaan kehilangan kesepakatan bisnis karena pelanggan mereka tidak dapat membiayai mereka, mereka merasa semakin sulit untuk memenuhi persyaratan pembayaran gaji dan untuk mencicil hutang mereka ke bank. Efek sekunder berupa bangkrutnya perusahaan-perusahaan yang berada di sekelilingnya, dalam pendapat saya, akan jauh lebih parah daripada apa yang kita saksikan saat ini di sektor perbankan. Saya merujuk kepada raksasa-raksasa ekonomi berproduksi, yaitu perusahaan seperti GM, GE dan Ford.

Segala yang terjadi hari ini disebabkan Kartel Perbankan sangat berhasil dalam membalikkan kecenderungan ke arah pembentukan modal swasta. Mereka yang mendapatkan A pada rapor dalam mencapai tujuan ke-2.

C. Permainan yang disebut “Bail-out” (penalangan)

Tujuan ketiga Federal Reserve System disebut bail-out perusahaan. Cara kerjanya seperti ini: jika bank dalam kesulitan, perusahaan besar atau negara dunia ketiga yang meminjam banyak uang ke Kartel Perbankan mendapatkan kesulitan, the Fed pergi ke kongres dan memberitahu mereka bahwa mereka harus membail-out bank atau perusahaan tersebut karena jika tidak, ribuan rakyat Amerika akan kehilangan pekerjaan mereka. Dan siapa tahu, karena bank tersebut begitu besar, jika ambruk, mungkin terjadi efek domino dan membawa semua bank lain dalam keruntuhan. Coba hidupkan TV atau buka koran dan anda akan dibombardir dengan berita penalangan terakhir dari seluruh dunia. Morgan Stanley, AIG, Freddie Mac, HBOS, Bank Skotlandia sebagai contoh kecil saja.

Karena kongres tidak ingin bertanggung jawab bila semua hal mengerikan ini terjadi, mereka mulai menggunakan uang pembayar pajak untuk menalangi bank dan perusahaan-perusahaan yang mengalami kesulitan. Permainan ini disebut bail-out yang dimulai pada skala kecil pada awal 1970 lalu mulai menjadi bagian-bagian sejarah dan menghabiskan sejumlah dana yang bahkan sulit kita bayangkan – angka nol di belakang terlalu banyak untuk dihitung.

Seperti yang telah kita amati dengan prihatin selama beberapa bulan terakhir, pemerintah-pemerintah Eropa yang telah mengalokasikan 2,7 triliun dollar dari uang kita untuk mendukung sistem perbankan mereka yang rontok sementara pemerintah Amerika Serikat telah menghabiskan sekitar 300 milyar dollar untuk perusahaan-perusahaan finansial yang sekarat dan telah menjanjikan tambahan 700 miliar untuk dikeluarkan dalam waktu dekat. Bahkan tanpa memperhitungkan komitmen pemerintah Rusia dan negara-negara lainnya, biarpun angka-angka tersebut dilihat dengan tolok ukur apapun memprihatinkan, akan tetapi tidak mendekati cukup untuk mengendalikan krisis yang terjadi (sebagaimana yang ditunjukkan dengan jelas oleh jatuh bebasnya pasar saham di seluruh dunia). Setelah dampak penuh dari krisis kredit menimpa raksasa ekonomi berproduksi seperti GM atau GE, kegagalan korporasi akan tumbuh secara eksponensial dan tidak ada pemerintah, terlepas dari kebijakan fiskal dan kekuatan finansialnya, akan dapat mengatasi kekisruhan, dan menghentikan perusahaan-perusahaan dari keambrukan. Pada saat itu, krisis kredit saat ini (yang masih dapat teratasi) akan mulai menjalar menjadi keruntuhan ekonomi global.

Dan penyebab semua ini adalah penggunaan ungkitan yang berlebihan dan kerakusan dari bank-bank besar. Sementara pemerintah menalangi serpihan-serpihan bencana sejarah bahkan tanpa menghukum mereka (bank-bank/perusahaan – pen), kitalah yang menopang tagihan melalui inflasi yang besar.

Dan tidak ada para penopang ini yang protes – tidak revolusi yang di manapun. Apa yang sedang terjadi? Apakah kita semua akan membiarkan hal ini begitu saja atau kita bangkit berjuang untuk mendapatkan hak kita, hidup kita, dan kehidupan anak-anak kita?. Hadirin, sekarang lah saatnya untuk bangkit. Jika kita menunggu lebih lama, tak ada lagi yang tersisa yang layak diperjuangkan.

Mereka memang hebat dalam menipu kita dan mendapatkan A di rapor mereka dalam mencapai tujuan ke-3.

D. Riba sebagai kunci kekuasaan – Inti perbankan FIAT

Mari kita gunakan contoh sederhana untuk mengilustrasikan riba dengan baik dan akibatnya pada anda dan saya dan ekonomi dunia secara luas:

Ketika menganalisis pembangunan rumah di mana 30 ribu dollar digunakan untuk pembelian tanah dan biaya arsitek, dan 70 ribu dollar masuk ke pengembang, kita asumsikan pemiliknya lalu akan membayar uang muka sebesar 20 ribu dollar dan akan meminjam 80 ribu dollar dengan cicilan selama 30 tahun pada suku bunga tetap 10%. Setelah kita hitung bahwa bank sedemikian hingga akan mendapatkan 172 ribu dollar dari bunga terhadap uang yang dibuat dari kekosongan (yang merupakan 2,5 kali dari apa yang didapat pengembang untuk semua material dan tenaga kerja), kita harus menyimpulkan hal ini berlebihan dan semua jenis bunga pada pinjaman uang FIAT harus dilarang.

Anda mungkin mengatakan bahwa kita tidak boleh mengabaikan nilai waktu dari uang yang diberikan selama jangka sepanjang 30 tahun dimana bank tidak dapat menggunakan uang berikut kerja dan pengorbanan yang tersimpan di dalamnya. Tetapi ini bukanlah uang hadirin: tidak ada orang yang bekerja bekerja atau berkorban untuk mendapatkannya – uang ini diciptakan dari kekosongan.

Silahkan kalikan ini dengan setiap rumah, setiap pabrik, setiap bangunan kantor, setiap pribadi, perusahaan dan pinjaman pemerintah, setiap gudang, setiap alat-alat pertanian, setiap kapal, setiap pesawat udara, setiap investasi dan anda mendapatkan sungai lebar pendapatan cuma-cuma yang terus menerus mengalir ke danau kekayaan yang tak terbayangkan besarnya.

Anda mungkin berpikir orang-orang ini menjadi lebih kaya, lebih kaya dan lebih kaya lagi. Tidak demikian. Bukan inilah tujuan penciptaan uang ini. Uang ini digunakan untuk membeli pengaruh dan kekuasaan. Begitu anda memiliki cukup uang yang bisa anda habiskan seumur hidup, apa lagi yang mau dicari? Kekuasaan! Mereka tidak membeli peralatan-peralatan, mereka membeli pengaruh. Mereka menggunakan uang ini untuk membeli orang dan dan organisasi dimana kita bergantung untuk mendapat saran dan kepemimpinan. Mereka membeli pemerintah, rumah penerbitan, koran, industri film,organisasi massa, LSM, organisasi politik, kelompok konsumen, pramuka – sebut saja sendiri. Setiap organisasi yang mencoba mendapat pengaruh dalam bentuk apapun adalah target kontrol. Dan proses ini telah berkembang dengan laju yang mengkhawatirkan dan akan segera selesai.

Dalam apa yang disebut dunia ketiga, proses ini telah selesai. Pemerintah-pemerintah telah dibeli dengan lunas dan mereka tidak mungkin ada tanpa uang ini. Ideologi-ideologi tidaklah relevan – yang penting adalah uang! Mereka telah menggunakan uang ini untuk mengubah kediktatoran yang tidak efisien menjadi kediktatoran yang efisien, tentara tidak efektif menjadi ke alat efektif pengendalian dan penindasan. Mereka tidak peduli terhadap orang-orang yang standar hidupnya tidak berubah sedikitpun (malah semakin buruk); mereka cuma ingin mengendalikan.

Dalam proses tersebut, mereka tidak hanya memompakan uang yang banyak ke negara-negara berkembang, mereka sebenarnya telah menghabiskan kekayaan dari negara-negara maju yang juga merupakan bagian dari rencana tersebut. Dengan banyak cara mereka membuang uang sehingga menurunkan standar hidup kita. Negara yang kuat akan bertahan dari pengaruh. Akan tetapi sebuah negara lemah di mana orang kelaparan dan tidak memiliki tempat tinggal, akan lebih mudah untuk kontrol.

Lalu apa kemudian tujuan akhir dari kartel perbankan? Tujuannya adalah pembentukan Tata Dunia Baru dengan satu Militer (PBB, Pasukan Perdamaian dan NATO), satu Mahkamah Dunia, satu otoritas perpajakan dunia, satu mata uang dunia dan satu Pemerintah Dunia. Inilah tujuan akhir mereka – Dunia Baru yang menghebohkan dibangkitkan kembali. Dan mereka sudah hampir mencapainya. Yang kita saksikan hari ini yang secara keliru dinamakan krisis kredit secara sengaja direkayasa sebagai langkah terakhir dalam konsolidasi keuangan dunia sebelum Tata Dunia Baru akhirnya akan menguasai kita semua.

Hadirin, tidak salah lagi orang-orang ini adalah para ilmuwan yang cemerlang dalam melakukan tugasnya. Mereka tidak pernah menjadi idiot. Mereka adalah pengendali pikiran yang sangat terlatih yang menyiapkan Tata Dunia Baru di depan mata kita. Sekaranglah saatnya untuk bangkit, hadirin, sebelum semuanya terlambat. Dan waktu berjalan lebih cepat dari yang anda pikirkan.

Inilah apa yang ada di balik semua ini: mengkonsolidasikan kekayaan dunia di tangan mereka dan menggunakan kekayaan ini untuk menguasai dunia. Tidak kurang dari itu: hari ini kita menyaksikan babak terakhir dalam sebuah drama yang terkuak dalam suatu bagian sejarah dimana sekelompok kecil manusia akan segera menguasai dunia.

Dan jika semua tujuan-tujuan di atas karena beberapa alasan yang tak terduga tidak membawa hasil yang dikehendaki, mereka dapat kembali pada senjata di tangan, yang telah digunakan sangat efektif pada abad yang lalu: Perang Dunia yang baru. Dengan cara yang sama Perang Dunia I digunakan untuk menghapus dunia lama dan titik-lompat menuju ekonomi FIAT, dan Perang Dunia II untuk mengatasi Depresi Besar (yang disebabkan oleh ekonomi FIAT setelah Perang Dunia I), Perang Dunia III mungkin juga perlu untuk menyiapkan landasan Tata Dunia Baru, apabila langkah-langkah di atas gagal membawa hasil yang dikehendaki.

Inilah kemana semua ini diarahkan. Melihat kenyatan seperti itu,kita tidak bisa terus tinggal diam begitu saja. Sekarang kita harus memberi pertanyaan lain yang sah: apa, jika ada, yang masih dapat kita lakukan.

4. Ekonomi Syariah dan Uang Riil

Pertama, jelas kita harus menjauhi uang FIAT (uang yang dibuat dari kekosongan) menuju uang RIIL (uang dengan nilai intrinsik). Mengapa ini sangat penting? Karena fungsi utama uang adalah penyimpan-nilai-sementara untuk melestarikan daya beli dalam waktu yang lama, dan uang FIAT adalah penyimpan nilai yang buruk sebagaimana yang ditunjukkan sejarah belakangan ini lagi dan lagi. Pikirkan saja apa yang terjadi kepada Reichsmark setelah Perang Dunia II – mata uang tersebut terdevaluasi menjadi kekosongan dalam beberapa bulan saja.

Uang RIIL: saat ini, karena peningkatan pengaruh spekulan, pasar emas-perak menunjukkan grafik ‘harga’ emas-perak yang berfluktuasi liar dan terdistorsi (bila diukur dalam mata uang kertas). Di masa lalu, ketika emas dan perak adalah mata uang, harga suai-inflasi diukur dengan dollar hari ini, tidaklah berubah selama jangka waktu yang panjang. Satu-satunya perubahan ‘harga’ emas-perak adalah akibat perubahan dalam pola permintaan dan penawaran. Hal ini terjadi misalnya ketika Christopher Columbus menemukan Amerika, sehingga memungkinkan ‘pemulangan’ besar-besaran emas dan perak ke Eropa dan dengan demikian meningkatkan sisi penawaran dalam kondisi permintaan yang stabil. Hasil yang jelas adalah penurunan yang lambat dan bertahap nilai nominal suai-inflasi emas-perak selama beberapa ratus tahun.

Hanya ketika uang FIAT murni diciptakan pada abad 20 (sebelum itu, semua mata uang FIAT yang setidaknya didukung cadangan emas dan perak), maka harga emas-perak terpapar fluktuasi yang cepat. Fluktuasi nilai nominal emas-perak adalah akibat langsung dari hilangnya peran emas dan perak sebagai mata uang:

Pada 1477 (sebelum penemuan benua Amerika), harga emas berada di titik tertinggi: satu ons perak berada di 806 USD (suai-inflasi) dan satu ons emas di 12.000 USD (secara historis, rasio harga emas/perak bervariasi sempit antara 1/15 dan 1/16)
Pada tahun 1992, satu ons perak berada di 4,7 USD, satu ons emas di 270 USD dan rasio harga emas/perak 1/ 57.

Saya sering ditanya bagaimana emas dan perak dapat digunakan sebagai instrumen investasi. Pertanyaan ini memperlihatkan kesalahpahaman mendasar tentang peran emas-perak dan berasal dari perhatian kita pada per-bunga-an dan keuntungan spekulatif dimana uang digunakan untuk membuat uang. Emas dan perak adalah penyimpan nilai bukan instrumen investasi. Oleh karena itu tidak mungkin untuk memperoleh ‘imbal-hasil’ dari emas dan perak. Akan tetapi emas-perak dapat melindungi kekayaan selama jangka waktu yang panjang tanpa harus takut kehilangan daya beli.

Apa hubungannya dengan praktek investasi halal?

Pertama, praktek ini mengharuskan penggunaan uang RIIL alih-alih uang FIAT. Dalam penafsiran Qur’ani, semua uang FIAT adalah haram – yang dibolehkan hanyalah uang yang memiliki nilai intrinsik dan harus berdasarkan emas dan perak.

Kedua, kita harus menjauhi praktek-praktek perbankan komersial menuju investasi yang memenuhi kaidah Syariah. Mengapa? Karena pertama-tama, ekonomi Syariah melarang penggunaan uang untuk membuat uang? Apa artinya?

Ini berarti misalnya bahwa lebih dari nilai 600 triliun USD derivatif, yang mewakili hampir 20 kali dari nilai moneter output ekonomi global per tahun, harus dialihkan ke ekonomi produktif karena saat ini, instrumen-instrumen ini (berbagai derivatif – pen) khusus digunakan untuk menghasilkan uang dengan uang (sesuatu yang haram dan dilarang).

Bayangkan saja sebentar, apa akibatnya jika sebagian kecil saja dari uang ini dapat diinvestasikan dalam produksi dan perdagangan (alih-alih dalam spekulasi – pen) (saat ini, hanya beberapa triliun USD mengalir ke ekonomi produktif dari pasokan uang global yang > 600 triliun USD). Hal ini akan berarti bahwa masyarakat akhirnya akan memperoleh imbalan terhadap tenaga kerja dan pengambilan risiko mereka dan aliran modal global akan berbalik dari tangan segelintir orang ke tangan orang banyak.

Saat ini, sebagian besar produksi telah di-outsource ke negara-negara berkembang untuk memanfaatkan biaya tenaga kerja murah dan secara luas (aktifitas produksi tersebut – pen) dianggap ‘kotor’ dan tidak esensial untuk ekonomi yang telah maju. Perdagangan bebas (walaupun tinggal sedikit saja tersisa dalam kondisi aliran barang yang dimonopoli dan dikarteli secara global) telah diperkenalkan kembali sebagai semacam daya tarik wisata pada ekonomi negara berkembang dan dunia ketiga.

Dalam ekonomi modern kita, mayoritas keuntungan didapatkan dengan menggunakan uang untuk memperoleh uang (yaitu melalui taruhan dalam bentuk derivatif dimana seseorang bahkan bisa bertaruh pada cuaca atau seberapa cepat Barack Obama dibunuh setelah menjadi presiden — selain hal tersebut memualkan, juga lebih buruk dari Roulette) atau dengan mengumpulkan bunga terhadap ‘uang-kosong’ yang dipinjamkan kepada pemerintah, kalangan bisnis dan individu-individu. Ini merupakan pembalikan total dari peran bersejarah uang yaitu malah menjauh dari ekonomi produktif menuju ekonomi finansial murni. Pusat ekonomi modern seperti London atau New York umumnya merosot menjadi pusat penggunaan uang untuk membuat uang. Dalam pusat kekuatan modern ini, mereka melihat produksi industri atau perdagangan bebas sebagai sesuatu yang sia-sia – padahal, hal tersebut adalah atribut yang biasa digunakan sebagai lambang pusat kekuasaan di masa lalu.

Untuk itu, kita perlu berpaling dari ekonomi finansial menuju ekonomi produktif dan harus membalik kecenderungan yang berbahaya ini berupa penggunaan uang untuk membuat uang.

Kedua, ekonomi syariah melarang semua bentuk pinjaman, baik yang berbasis-bunga atau bebas-bunga (yakni semua pinjaman dianggap riba). Biar saya jelaskan secara rinci karena saya mendapat banyak pertanyaan tentang hal ini (terutama mengapa pinjaman bebas-bunga adalah haram). Dalam pinjaman berbasis-bunga, yang memberi pinjaman mendapat keuntungan (atau peningkatan) yang tidak fair disebabkan oleh bunga yang dibayarkan oleh peminjam. Dalam pinjaman bebas-bunga, peminjam mendapat keuntungan yang tidak fair, karena dia menggunakan uang dari pemberi pinjaman untuk proyek-proyeknya dan mengantongi keuntungannya tanpa memberi bagian kepada pemberi pinjaman. Dalam kedua kasus, ada peningkatan yang tidak fair dengan salah satu sisi persamaan jadi lebih kecil dari yang lain. Inilah mengapa semua pinjaman adalah haram.

Ini berarti bahwa bisnis utama perbankan modern (baik komersial maupun perbankan Islami), yaitu pinjaman bebas resiko dari ‘uang kosong’ yang berbunga atau jaminan keuntungan, adalah haram: pertama karena bank menggunakan uang dari kekosongan untuk menghasilkan pemasukan kekayaan besar-besaran bebas resiko dan cuma-cuma, dan kedua, karena keuntungan tanpa risiko, termasuk pinjaman dalam bentuk apapun, telah dilarang saat diturunkannya Qur’an dan Injil (harap dicatat bahwa apa yang disebut instrumen Islami bersifat non-resiko sebagaimana versi komersial).

Apa kemudian investasi yang sesuai kaidah Syariah?

Seperti yang telah kita lihat sebelumnya, investasi yang sesuai kaidah Syariah harus berdasarkan uang RIIL alih-alih uang FIAT. Ada yang berpendapat bahwa setiap komoditi dengan nilai intrinsik dapat berfungsi sebagai uang real. Walaupun ini benar dari sudut pandang akademik, sebagian besar komoditas kecuali emas-perak dan minyak tidak memiliki sebuah atribut penting dari uang RIIL: yaitu tidak universal. Karena minyak agak sulit untuk disimpan oleh rata-rata orang dan logam mulia yang tersedia dalam jumlah yang cukup untuk berlaku sebagai uang adalah emas dan perak, pilihan tersebut terbukti dengan sendirinya.

Kedua, ini menunjukkan bahwa segala bentuk pembiayaan harus berdasarkan skema bagi untung/risiko skema di mana investor berpartisipasi dalam laba atau rugi dari sebuah proyek bersama-sama dengan ‘peminjam’ dan dimana aset awal ‘peminjam’ dilindungi terhadap kegagalan. Semua jenis pinjaman modern dengan demikian tidak memenuhi syarat. Dalam perbankan berbasis bunga, semua aset yang diagunkan diambil pemberi pinjaman bila pembayaran bunga pinjaman tidak bertahan (seperti yang kita ketahui dan mungkin kita alami sendiri), dan peminjam kehilangan asetnya. Dalam investasi yang sesuai kaidah Syariah, ini tidak bisa terjadi.

Dengan demikian investasi yang sesuai kaidah Syariah itu harus selalu didasarkan bagi keuntungan dan bagi risiko dan harus diserahkan ke pihak yang produktif ketimbang kepada ekonomi finansial. Ini adalah ciri utama investasi sesuai kaidah Syariah, dan berdasarkan ciri tersebut, kita perlu membangun kembali pemahaman tentang arti investasi finansial yang benar.

Untuk menutup diskusi kita, kita harus mempertimbangkan apa yang bisa kita lakukan sebagai warga negara rata-rata terhadap semua ini. Dengan cara yang sangat langsung, kita semua dapat memerangi pelaku riba dengan tidak meminjam uang dari mereka dan dengan memberi pressure kepada masing-masing pemerintah kita untuk meningkatkan tanggung jawab fiskal mereka dan melunasi kewajiban jangka panjang kepada kartel perbankan (karena mereka melilitkan hutang pada punggung kita). Inilah cara kita semua bersama-sama bisa mulai mengikis basis kekuatan mereka dan akhirnya membawa mereka bertekuk lutut. Mengapa? Karena semua penciptaan uang FIAT dimulai dengan hutang – tanpa hutang, uang FIAT tidak dapat dibuat. Ingat bahwa pada awal pembicaraan saya menunjukan bahwa uang FIAT ada melalui penciptaan hutang.

Hadirin, kita masih memiliki waktu untuk berjuang. Walaupun waktu cepat habis, kita masih bisa bertemu seperti saat ini, kita masih bebas untuk membahas dekonstruksi sistem keuangan dunia dan pembubaran perbankan sentral. Tetapi waktu cepat habis. Jika kita terus menunggu di pinggir, kita akan jatuh ke tangan mereka. Hadirin, ini adalah perang tanpa belas kasih dan toleransi untuk musuh. Jika kita tidak berjuang, kita pasti akan menjadi korban. Sebagaimana satu founding fathers konstitusi AS berkata: mengapa kita berdiri di sini berdiam ketika saudara-saudara kita sudah di medan tempur?

Pada akhir konferensi ini, Umar Vadillo akan menunjukkan kepada anda bagaimana rekonstruksi ini bisa terjadi dalam suatu seting praktis sebuah pemerintahan Islami, menggunakan uang Islami dalam konteks investasi yang sesuai kaidah Syariah. (Dr Zeno Dahinden).

Sumber : Wakala Sauqi Dinar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: