Pengertian Islam

Di antara informasi yang amat penting dalam Al Quran ialah tentang hakikat Islam. Dalam Surah Ali ‘Imran disebutkan bahwa Islam adalah din yang diridhai Allah Ta’ala.

“Sesungguhnya din yang sah di sisi Allah hanyalah Islam.”[1]

Kata din adalah bahasa Arab. Ini sesuai dengan pernyataan Al Quran sendiri bahwa Al Quran diturunkan dalam bahasa Arab. Pengertian kata din dalam kamus-kamus bahasa Arab berkisar sekitar ketundukan, ketaatan, kepatuhan, dan kesalehan.[2] Dari sini dapat dipahami maksud firman di atas ialah bahwa din (ketundukan, ketaatan, kepatuhan, dan kesalehan) yang sah di sisi Allah adalah Islam.

Lalu apakah arti Islam? Kata Islam bahasa Arab juga. Arti Islam dalam bahasa Arab ialah menyerah diri. Dari ayat-ayat Al Quran dapat disimpulkan bahwa penyerahan diri yang dimaksud dalam Idlam sangat jelas yaitu kepada Allah Ta’ala.[3] Penyerahan diri seperti tersebut mewarnai semua aspek kehidupan para rasul. Misalnya kehidupan Rasulullah Ibrahim a.s.

“(Ingatlah) tatkala Tuhan berkata kepadanya (ibrahim) : “ Serahkanlah dirimu”, Ia (Ibrahim) menjawab : “ aku serahkan diriku kepada Tuhan bagi seluruh alam”.[4]

Ibrahim a.s. adalah bapak para rasul, karena banyak rasul berasal dari keturunannya, di antaranya Musa a.s., Isa a.s. dan Muhammad a.s. Sudah tentu informasi tentang sejarah kehidupan Ibrahim a.s. mengandung muatan informasi sejarah din itu sendiri.

Disebutkan pada ayat 67 Surah Ali ‘Imran bahwa Ibrahim a.s. adalah penganut agama yang benar dan muslim (menyerah diri kepada Allah Ta’ala).

“Ibrahim itu bukan penganut agama Yahudi, bukan pula penganut agama Nasrani, tetapi penganut agama yang jauh dari kesesatan; ia adalah seorang muslim; dan ia bukan pula seorang musyrik (yang menyekutukan Allah dengan yang lain).”[5]

Ibrahim a.s. ingin agar anak cucunya tetap melanjutkan penyerahan diri kepada Allah Ta’ala tersebut. Ini terungkap dalam wasiatnya, sebagaimana dikisahkan dalam Al Quran. Demikian pula Ya’qub a.s. mempunyai keinginan yang sama, sampai ia meninggalkan wasiat seperti itu kepada anaknya.

“Ibrahim telah berpesan kepada anak-anaknya dan (begitu pula) Ya’qub (telah berpesan kepada anak-anaknya) : “hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah menentukan din (agama) untuk kamu. Oleh sebab itu janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan kamu muslim.”[6]

Karena itu tidaklah heran jika penyerahan diri seperti tersebut mewarnai semua aspek kehidupan para rasul yang lain pula seperti Ismail, Ishaq, Ya’qub,[7] Muhammad saw.[8] Mereka mempunyai pandangan hidup yang sama dengan pandangan hidup Ibrahim a.s., yaitu menyerah diri kepada Allah Ta’ala, Tuhan Yang Maha Esa.

Jelaslah Islam adalah din yang sudah tua dan dianut seluruh nabi dan rasul.

“Sesungguhnya ummat (din) ini adalah ummat (din) kamu, ummat (din) yang tunggal; dan Aku ini adalah Tuhan kamu; oleh karena itu bertakwalah kepada-Ku.”[9]

Beberapa ahli tafsir Al Quran, seperti Ibnu Abbas, Mujahid, dan lain-lain, menjelaskan maksud kata ummah dalam ayat 52 Surah Al Mu’minun di atas adalah din. Ahli tafsir lain bernama Ibnu Katsir, menjelaskan maksud kata kamu dalam ayat 52 Surah Al Mu’minun di atas adalah para nabi dan rasul. Dari sini Ibnu Katsirmenyimpulkan bahwa din seluruh nabi dan rasul adalah sama yaitu tunduk dan takwa kepada Allah Ta’ala.[10]

Muhammad saw Melanjutkan Dakwah Islam

Seetelah mengenal Islam dan pengertiannya secara umum, pembahasan selanjutnya akan lebih terarah kepada Islam yang disampaikan Muhammad saw.

Muhammad saw lahir di Makkah al-Mukarramah. Dalam usia 40 tahun, ia diangkat Allah Ta’ala sebagai Rasul (utusan)-Nya untuk menyampaikan risalah Allah Ta’ala kepada seluruh manusia. Tujuannya ialah memperbaiki masyarakat manusia.

Setelah berdakwah di Makkah sekitar sepuluh tahun, ia diperintah Allah Ta’ala hijrah ke Madinah. Ia tetap tinggal di Madinah sampai meninggal dunia.





[1] QS. Ali ‘Imran ayat 19

[2] Dr. Muhammad Abdullah Darraz, Ad-Din (Kairo : As-Sa’adah), 1969, hal. 26. Sudah menjadi kebiasaan di Indonesia menerjemahkan kata din dengan agama.

[3] Lihat antara lain Al Baqarah ayat 128, QS. Ali Imran ayat 52.

[4] QS. Al Baqarah ayat 131

[5] QS. Ali ‘Imran ayat 67

[6] QS. Al Baqarah ayat 132. Maksudnya ialah peluklah agama itu sampai akhir hayat kamu.

[7] Lih. Al Baqarah ayat 133

[8] QS. Ali ‘Imran ayat 20

[9] QS. Al Mu’minun ayat 52

[10] Ibnu Katsir, Tafsir Al Quran Al ‘Adhim (), III hal. 194

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: